October 5th, 2009 by electrans
Wasimudin Surya S.¹
ABSTRAK
Penggunaan Motor Induksi Sebagai Generator (MISG) telah banyak diterapkan secara luas pada Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Meskipun memiliki kekurangan dalam hal efisiensi dan regulasi tegangan, generator induksi banyak digunakan karena mudah diperoleh, murah, konstruksi sederhana, dan perawatannya mudah. Pada penelitian ini akan dianalisis karakteristik motor induksi tiga fasa, 4 kutub, 2 hp, 220/380V, 50 Hz, 1395 rpm yang dioperasikan sebagai generator. Generator induksi dioperasikan pada kondisi tanpa beban dan kondisi berbeban pada berbagai nilai kapasitor eksitasi untuk mendapatkan besaran-besaran seperti parameter mesin, putaran, frekuensi, tegangan, arus, faktor daya, dan daya. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pada kondisi beban nol, kenaikan putaran adalah sebanding dengan kenaikan tegangan dimana tegangan rating 220 V dicapai pada putaran 1499 rpm untuk kapasitor eksitasi 30 µF, pada 1480 rpm untuk 32µ, dan pada 1414 rpm untuk 35 µF. Pada kondisi beban resistif dan tegangan dijaga konstan, semakin tinggi putaran, maka daya yang dihasilkan semakin besar. Laju kenaikan daya sebagai fungsi putaran yang paling besar terjadi pada nilai kapasitor eksitasi 35 µF. Pada kondisi beban resistif dan putaran dijaga konstan, frekuensi dan slip yang dihasilkan juga konstan yaitu 50 Hz dan -0,033 (-3,3%).
Kata kunci : MISG, karakteristik motor, kapasitor eksitasi, beban penuh.
¹Wasimudin Surya S., S.T., M.T. adalah dosen Jurusan Pendidikan Teknik Elektro UPI
Posted in Vol VII No. 14 | 4 Comments »
October 5th, 2009 by electrans
Yoyo Somantri¹, Iwan Kustiawan²
ABSTRAK: Pada penelitian ini akan dipaparkan perancangan rangkaian penerima dan pengolah sinyal remote control pada perangkat radio penerima AM/FM digital merek Saturn tipe RF-025D. Remote control yang digunakan adalah Sony tipe RM-827S. Adapun penerima sinyal yang dikirimkan remote control, digunakan penerima infra merah IC TSOP2838 sebagai sensor penerima sinyal infra merah yang bekerja pada frekuensi 38 kHz. Frekuensi tersebut sama dengan frekuensi pembawa yang dipancarkan oleh remote control Sony. Sebagai pengolah sinyal yang dikirimkan remote control Sony, digunakan mikrokontroler AT89S51. Rangkaian antarmuka disertakan agar perintah yang dihasilkan oleh mikrokontroler dapat diimplementasikan untuk mengoperasikan perangkat radio penerima AM/FM tersebut. Sinyal yang mengandung kode heksa desimal yang dikirimkan oleh remote control Sony RM-827S diterima oleh penerima infra merah TSOP2838 lalu outputnya diumpankan ke mikrokontroler AT89S51. Oleh mikrokontroler, data tersebut diidentifikasi lalu dicocokkan dengan data yang tersimpan dalam mikrokontroler. Jika data tersebut cocok, maka mikrokontroler akan mengerjakan perintah yang bersesuaian. Tombol remote control yang digunakan meliputi CH+, CH-, MUTE, POWER, TV/VIDEO dan A/B. Sedangkan operasi perangkat radio penerima AM/FM Saturn RF-025D yang dapat dikendalikan melalui remote control tersebut meliputi: menaikkan dan menurunkan frekuensi, penyalaan, pembisuan, mode mono/stereo dan pemindahan AM/FM. Jarak maksimum yang dapat dijangkau oleh penerima remote control yang dibuat pada sudut 00 (tegak lurus) terhadap penerima infra merah adalah sejauh 5,7m.
Kata kunci: Remote control Sony RM-827S, Radio penerima AM/FM Saturn RF-025D, penerima infra merah, mikrokontroler pendekode, dan antarmuka
¹Drs. Yoyo Somantri, S.T., M.Pd. adalah dosen Jurusan Pendidikan Teknik Elektro UPI
²Iwan Kustiawan, S.Pd., M.T. adalah dosen Jurusan Pendidikan Teknik Elektro UPI
Posted in Vol VII No. 14 | 7 Comments »